Tahun Baru Imlek 2026, Turis China Pilih Liburan ke Australia dan Rusia Bukan Jepang

Tahun Baru Imlek 2026 akan menjadi salah satu momen liburan yang dinantikan oleh masyarakat Tiongkok. Mulai pada 15 Februari 2026, perayaan ini berlangsung selama sembilan hari, memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan tradisi yang kaya.

Perayaan Imlek ini sering kali menjadi waktu para pelancong untuk melakukan perjalanan jauh, baik kembali ke kampung halaman maupun berlibur ke destinasi wisata internasional. Tahun ini, kenaikan jumlah orang yang melakukan perjalanan juga terlihat sangat signifikan.

Data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk berpergian meningkat drastis, mendorong sektor pariwisata untuk bersiap menyambut lonjakan pengunjung. Selain itu, suasana liburan yang panjang ini juga memberikan dampak positif pada industri penerbangan dan akomodasi.

Salah satu website pemesanan terbesar di Tiongkok melaporkan bahwa pemesanan perjalanan ke luar negeri meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan niat masyarakat untuk memanfaatkan waktu liburan mereka dengan berkunjung ke negara-negara lain, terutama Australia.

Namun, dalam suasana yang sama, terdapat tantangan di beberapa destinasi. Jepang, contohnya, menghadapi penurunan signifikan dalam jumlah wisatawan dari Tiongkok akibat ketegangan politik yang berlangsung. Hal ini mengakibatkan banyak perubahan pada kebijakan penerbangan dan pengembalian dana oleh maskapai.

Peningkatan Wisatawan ke Australia Selama Liburan Imlek

Kenaikan jumlah pengunjung ke Australia menunjukkan ketertarikan masyarakat Tiongkok untuk menjelajahi destinasi baru. Dalam laporan terbaru, terungkap bahwa penerbangan internasional selama liburan Imlek mengalami peningkatan kapasitas kursi sebesar sembilan persen.

Peningkatan ini mencerminkan semakin pentingnya pasar internasional dalam industri perjalanan selama Festival Musim Semi. Hal ini juga menandakan bahwa semakin banyak orang yang merindukan pengalaman baru dan menjelajahi budaya asing.

Sektor pariwisata Australia diuntungkan dengan lonjakan ini, yang diiringi dengan persiapan fasilitas dan layanan untuk menyambut wisatawan Tiongkok. Para pelaku industri pariwisata berusaha keras untuk memastikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung.

Ketegangan Politik dan Dampaknya pada Wisatawan ke Jepang

Di pihak lain, Jepang menyaksikan penurunan drastis dalam jumlah wisatawan Tiongkok. Data penerbangan menunjukkan bahwa pada minggu pertama Februari, penerbangan antara Tiongkok dan Jepang mengalami penurunan hampir 49,2 persen dibandingkan tahun lalu.

Ketegangan yang terjadi antara kedua negara mempengaruhi minat wisatawan Tiongkok untuk mengunjungi Jepang, yang sebelumnya merupakan salah satu pilihan utama. Peringatan keselamatan bagi pelancong dari pemerintah Tiongkok juga menambah ketidakpastian.

Hal ini mendorong maskapai penerbangan untuk memperluas kebijakan pengembalian dana serta perubahan rute bagi yang memiliki tiket ke Jepang. Keadaan ini menunjukkan bagaimana faktor eksternal dapat berdampak besar pada industri pariwisata.

Rencana Perjalanan Wisatawan Tiongkok Selama Imlek 2026

Memanfaatkan waktu liburan yang panjang, banyak wisatawan merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi internasional. Beberapa negara di Asia mengalami peningkatan ketertarikan, sementara yang lain menghadapi tantangan.

Perencanaan perjalanan mencakup berbagai aspek, mulai dari akomodasi hingga transportasi. Wisatawan sangat memperhatikan keselamatan dan kenyamanan mereka, sehingga memilih destinasi dengan kebijakan yang jelas dan aman.

Sebelum mengatur perjalanan, banyak pelancong juga melakukan riset tentang budaya dan tradisi lokal. Ini tidak hanya memberikan pengalaman yang lebih kaya tetapi juga menghormati budaya setempat.

Share: Facebook Twitter Linkedin