Shalom Razade Dulu Akting untuk Waktu Luang Kini Jadi Panggilan Hati Peran Kembar

Jakarta – Shalom Razade, putri dari Wulan Guritno dan Attila Syach, kini semakin menunjukkan eksistensinya di dunia perfilman Indonesia. Terlibat dalam film horor berjudul Malam 3 Yasinan, tampilannya diprediksi akan menarik perhatian penonton saat tayang di bioskop mulai 8 Januari 2026.

Dalam aktingnya, Shalom Razade berperan sebagai gadis kembar dengan karakter yang sangat kontras, Sara dan Samira. Keberadaan Sara yang tragis menimbulkan berbagai teka-teki yang menunggu untuk dipecahkan, menjadikannya pusat perhatian dalam cerita.

Film yang juga dimeriahkan oleh nama-nama seperti Hamish Daud dan Baim Wong ini, menjadi langkah penting bagi Shalom setelah perjalanan kariernya yang dimulai di tengah kondisi pandemi. Momen ini terasa istimewa, karena ia bisa mengeksplorasi bakat aktingnya lebih jauh.

Perkembangan Awal Karier Shalom Razade di Industri Film

Awalnya, Shalom membuat keputusan untuk terjun ke dunia akting karena situasi pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas biasa. Dalam keterbatasan tersebut, ia justru menemukan kesempatan untuk berkarya dan menyalurkan bakatnya melalui serial televisi.

“Saat itu baru lulus kuliah, dan kebetulan ditawari untuk casting. Di tengah kebosanan akibat pembatasan sosial, saya merasa ini adalah peluang yang perlu diambil,” jelas Shalom. Keberanian untuk mencoba casting tersebut berbuah manis dan membuka jalan baru bagi kariernya.

Shalom menyampaikan bahwa pengalaman pertama syuting memberinya kesan mendalam. Ia merasa terhanyut dalam dunia akting dan menemukan cinta sejatinya dalam industri film, yang membuatnya bersemangat untuk terus melanjutkan karier tersebut.

Peran Ganda yang Menarik Perhatian dalam Film Terbaru

Dalam film Malam 3 Yasinan, Shalom menampilkan aktingnya sebagai karakter ganda yang saling berbeda satu sama lain. Perannya sebagai Sara dan Samira tidak hanya menantang, tetapi juga memberikan ruang bagi pemirsa untuk melihat kedalaman emosional yang dia tawarkan.

Keberadaan dua karakter dengan dualisme yang begitu nyata menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi denganberbagai nuansa emosi. Penonton diharapkan bisa merasakan ketegangan dan keunikan saat mengikuti alur cerita, terutama ketika salah satu karakter mengalami nasib tragis.

Film ini menggabungkan elemen horror dan drama psikologis yang intens. Hal ini memungkinkan penonton untuk terlibat secara emosional, menambah lapisan kedalaman dalam setiap adegan yang dimainkan Shalom.

Pandangan Shalom tentang Dunia Akting dan Harapan ke Depan

Shalom Razade menggambarkan akting sebagai panggilan jiwa, sebuah dunia di mana ia merasa paling hidup. Baginya, setiap peran yang diambil adalah sebuah tantangan yang dinanti-nantikan untuk dijalani dengan sepenuh hati.

“Saya ingin memikat penonton dengan karakter-karakter yang berbeda dan membawa mereka ke dalam kisah yang mendalam. Akting adalah cara saya mengekspresikan diri,” ungkapnya. Harapan besar untuk terus terlibat dalam proyek yang menarik dan berkesan menjadi motivasi bagi Shalom untuk meningkatkan kemampuannya.

Melalui setiap peran yang dijalaninya, ia bertekad untuk menunjukkan sisi baru dari talentanya. Shalom berharap dapat terus mengeksplorasi genre dan karakter yang beragam, memberi warna baru pada perjalanan kariernya di industri film Indonesia. Dengan kerja keras dan dedikasi, masa depan cerah menantinya di layar lebar.

Share: Facebook Twitter Linkedin