Tasya DA7 Ngerock Bersama Jamrud di Konser Raya 31 Indosiar, Akui Sempat Grogi
Tasya DA7 menunjukkan antusiasme yang luar biasa saat berpartisipasi dalam Konser Raya 31 Tahun Indosiar Luar Biasa. Momen tersebut memberikan pengalaman baru bagi Tasya, di mana ia berkesempatan berduet dengan band rock ternama, Jamrud, yang menjadikannya keluar dari comfort zone sebagai seorang penyanyi dangdut.
Kesempatan langka ini disambut Tasya dengan penuh syukur, menganggapnya sebagai tantangan berharga dalam perjalanan kariernya. Meskipun tak terbiasa dengan genre rock, Tasya DA7 merasa tertantang untuk mempelajari dan menguasai lagu-lagu dalam genre tersebut.
“Alhamdulillah, Tasya bersyukur sekali bisa mendapatkan kesempatan luar biasa ini. Sebenarnya, Tasya jarang mendengarkan lagu rock, tetapi karena tantangan ini, saya harus belajar. Meskipun ada beberapa kesulitan, semua itu bisa diatasi,” ujarnya di Studio 6 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat pada malam tanggal 10 Januari 2026.
“Pasti grogi. Namun, karena Tasya ingin memberikan penampilan terbaik, rasa itu harus disingkirkan,” tambahnya. Sebagai penyanyi yang dikenal dengan ciri khas cengkok dangdut, Tasya DA7 harus bekerja keras agar karakter vokalnya dapat menyatu dengan musik rock.
Pemberian perhatian pada persiapan sebelum tampil bersama Jamrud menjadi fokus utamanya. “Sulitnya itu dalam menyatukan lagu rock dengan cengkok dangdut. Saya harus mencari cara agar tidak terdengar bertabrakan, tetapi tetap ada unsur dangdutnya. Itulah tantangan terbesar bagi saya, dan alhamdulillah penampilan tadi berjalan lancar,” tuturnya.
Pentingnya Menghadapi Tantangan dalam Karier Musik
Tasya DA7 mengakui bahwa setiap tantangan dalam hidup merupakan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Dalam dunia musik, menghadapi berbagai genre menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan vokal.
Melalui pengalaman ini, Tasya berusaha menggali lebih dalam mengenai karakter dan teknik yang diperlukan dalam menyanyikan lagu-lagu rock. Dengan bekerja keras, ia berharap bisa memberikan penampilan yang berkesan bagi para penggemar.
“Setiap kali menerima tantangan baru, Tasya selalu berusaha untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga berinovasi. Mempelajari hal baru membuat saya lebih menghargai berbagai macam musik yang ada,” ujarnya.
Tasya juga menyadari bahwa dukungan dari penggemar dan rekan-rekan dalam industri musik sangat membantu dalam proses adaptasi tersebut. Kehadiran mereka memberinya semangat untuk terus berusaha menampilkan yang terbaik.
“Dukungan dari orang-orang sekitar, termasuk penggemar, sangat berarti. Mereka sering memberikan masukan yang konstruktif, sehingga Tasya bisa lebih baik lagi di setiap penampilan,” tambahnya.
Tantangan dan Kinerja dalam Menyanyikan Genre Berbeda
Ketika tampil dengan genre yang berbeda, penyanyi dituntut untuk beradaptasi dengan cepat. Tasya DA7 menyadari bahwa menyanyikan lagu rock tidaklah sama dengan lagu dangdut yang biasanya ia bawakan.
Proses persiapan menjadi kunci utama agar penampilannya dapat diterima dengan baik oleh penonton. Ia harus memperhatikan setiap detail, mulai dari vokal hingga ekspresi di atas panggung.
“Ketika menyanyikan lagu rock, saya harus lebih energik agar sesuai dengan irama yang ada. Selain itu, penting juga untuk menampilkan emosional yang tepat, sehingga lagu tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton,” jelasnya.
Dengan tantangan tersebut, Tasya berusaha menemukan keseimbangan antara gaya vokal dangdut dan musikalitas rock. Pendekatan ini membuatnya lebih kreatif dalam eksplorasi musik.
“Ini pengalaman yang sangat unik. Proses belajar ini membuka wawasan baru dan memberikan perspektif berbeda terhadap musik,” katanya dengan penuh semangat.
Refleksi dan Harapan di Masa Depan
Setelah penampilan di Konser Raya, Tasya DA7 mengantar harapan untuk dapat terus mengembangkan kemampuan bernyanyinya. Ia melihat tantangan kali ini sebagai langkah awal untuk menjelajahi genre-genre lain yang masih jarang ia sentuh.
“Tasya ingin mencoba lebih banyak lagu dari genre lain, tidak hanya rock. Saya merasa setiap genre memiliki daya tarik dan tantangannya masing-masing,” ungkapnya.
Dengan sikap optimis, Tasya berkomitmen untuk tidak hanya menjadi penyanyi dangdut yang sukses, tetapi juga berusaha menjadi musisi yang versatile. Ia ingin dikenang karena kemampuan adaptasinya yang baik.
“Semoga kedepannya saya bisa berkolaborasi dengan berbagai musisi dari genre berbeda. Setiap kolaborasi membawa warna baru dalam karir saya,” katanya. Harapan ini menunjukkan ambisi Tasya untuk terus berkarya dalam industri musik yang kompetitif.
Seiring berjalannya waktu, Tasya DA7 bertekad untuk menghadirkan karya-karya yang tidak hanya menghibur tetapi juga menginspirasi banyak orang. Ia percaya bahwa musik adalah medium yang dapat menyatukan berbagai latar belakang dan cerita.
Rhoma Irama dalam Konser Tahun Baru 2026 di Indosiar Doa untuk Korban Bencana
Konser Happy New Year Indonesia 2026 menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, terutama bagi penggemar musik dangdut. Di tengah suasana meriah perayaan malam tahun baru, penampilan Raja Dangdut Rhoma Irama bersama Soneta Grup menjadi sorotan utama dengan pesan yang dalam.
Acara ini tidak sekadar menghadirkan hiburan semata, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai kemanusiaan dalam bentuk kepedulian pada mereka yang terkena bencana. Dalam penampilannya, Rhoma Irama dengan tegas mengajak para hadirin untuk berbagi empati, terutama bagi masyarakat yang saat ini berjuang dalam situasi sulit.
Melalui alunan musik dan liriknya, Rhoma mengingatkan semua orang tentang arti penting pengorbanan. Ia menghimbau untuk memberikan dukungan, baik berupa doa maupun bantuan material kepada yang membutuhkan, terutama mereka yang terkena dampak bencana di berbagai daerah.
Pesan Kemanusiaan Dalam Setiap Penampilan
Di tengah keramaian konser, Rhoma Irama menyampaikan pentingnya kepedulian terhadap sesama. “Indonesia masih berduka karena saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan daerah lain yang prihatinnya masih melanda.” Ucapnya, mengajak para penonton untuk turut berpartisipasi dalam berbagi.
Ia kemudian mengajak penonton untuk menyanyikan lagunya yang berjudul “Pengorbanan,” mengolah kesedihan menjadi sesuatu yang lebih positif. Melalui lagu ini, Rhoma berharap agar semua orang dapat merasakan pentingnya solidaritas dalam menghadapi kesulitan.
Rhoma juga meminta semua penonton untuk mengirimkan doa bagi mereka yang sedang mengalami musibah. Permohonan ini tak hanya berupa kata-kata manis, tetapi menggambarkan harapan nyata dari sang Raja Dangdut untuk keselamatan dan pemulihan para korban.
Berdoa Bersama untuk Para Korban Bencana
Acara ini juga diisi dengan kegiatan spiritual yang lebih mendalam. Sebelum mulai menyanyikan lagunya, Rhoma mengajak semua hadirin melakukan doa bersama. “Mari kita bacakan surat Al-Fatihah dan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing,” ungkapnya, menunjukkan inclusivitas dan rasa hormat terhadap berbagai agama.
Dalam suasana khidmat itu, Rhoma menekankan bahwa doa adalah salah satu cara jitu untuk memberikan dukungan kepada mereka yang terkena musibah. Ia berharap doa ini dapat memberikan kekuatan kepada mereka yang tengah menghadapi ujian hidup.
Ia mengajak siapa pun yang hadir, terlepas dari keyakinan pribadi, untuk ikut berdoa dan menyalurkan harapan kepada para korban dengan penuh tulus. Hal ini menunjukkan bahwa persatuan dalam kepedulian adalah hal yang sangat penting.
Kepedulian Menjadi Tema Utama Acara
“Bagi yang kehilangan keluarga, mudah-mudahan diberikan kesabaran dan ketegaran,” ungkap Rhoma, menyoroti pentingnya memberikan dukungan moral. Ia menyerukan untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga menyisihkan perhatian pada mereka yang sedang berduka.
Melaney Ricardo, yang menjadi host acara, juga menyampaikan hal serupa. Ia menegaskan bahwa konser ini bukan hanya sekadar acara untuk berpesta, tetapi juga sebagai momen untuk berbagi dan saling memberi semangat kepada sesama.
“Saya berharap, acara ini dapat memberikan hiburan sekaligus menumbuhkan rasa solidaritas antar sesama bangsa,” imbuh Melaney. Hal ini menunjukkan bahwa perayaan dapat berjalan seiringan dengan kepedulian sosial yang mendalam.
Ekspresi Cinta Tanah Air Melalui Musik
Dalam suasana malam yang meriah, Rhoma dan Soneta Grup berhasil menghipnotis penonton dengan lagu-lagu mereka. Namun, lagu-lagu tersebut tak hanya dihadirkan untuk menghibur, tetapi juga untuk mengingatkan akan pentingnya bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Pernyataan dukungan untuk para korban bencana menjadi salah satu puncak dari konser yang mengedepankan nilai-nilai sosio-kemanusiaan. Rhoma membuat penonton dapat merasakan auranya, membangkitkan semangat berbaginya dan cinta tanah air yang harus selalu menyala.
Melalui konser ini, Rhoma menunjukkan bahwa meskipun situasi sulit melanda, harapan masih ada. Dengan solidaritas dan empati, bencana yang menimpa bisa dihadapi bersama-sama.
Ajakan untuk Berbagi dalam Situasi Sulit
Indra Bekti, yang berduet dengan Melaney, secara khusus mengingatkan semua yang hadir untuk menunjukkan aksi nyata lewat bantuan. “Mari kita tunjukkan kepedulian dengan memberikan dukungan, baik berupa materi maupun doa,” katakan Indra, mengajak awake bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun, sangat berarti.
Tak hanya itu, Melaney juga menyampaikan harapannya agar penonton yang mampu berbagi dapat melakukannya melalui yayasan-yayasan yang dipercayai. “Jika ada rezeki lebih, mari salurkan melalui yayasan yang ada,” imbaunya.
Melalui cara ini, acara tersebut mengajak masyarakat untuk tidak hanya berkumpul dan bersenang-senang, tetapi juga bersatu untuk melakukan kebaikan. Kesadaran bersama ini diharapkan dapat membangkitkan semangat untuk saling membantu di tengah masa-masa sulit.
