Di balik film Tolong Saya Dowajuseyo yang siap tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026, terdapat sosok Beby Salsabila Mulyono. Dia adalah seorang mahasiswi berprestasi dari Indonesia yang saat ini menempuh pendidikan di Korea Selatan dan menjadi pemilik cerita asli Dowajuseyo.
Dalam sebuah kesempatan wawancara di Epicentrum XXI Jakarta Selatan, Beby mengungkapkan bahwa kisah yang dialami Tania dalam film tersebut adalah berdasarkan pengalaman nyata yang ia alami pada musim panas, tepatnya Juli 2023. Cerita ini membawa nuansa misteri dan kecemasan yang membayangi perjalanan hidupnya.
Narasi dalam Dowajuseyo menggambarkan suasana menegangkan yang terjadi di salah satu kafe di Korea Selatan. Pada saat itu, Beby melihat seorang wanita hamil yang terus berjalan mondar-mandir, sementara pengunjung lain di kafe tampak tidak menyadari keberadaan wanita tersebut.
Pertemuan Misterius di Kafe Korea Selatan
Saat kejadian berlangsung, Beby sedang belajar bersama teman-temannya. Saat itulah ia melihat sosok hantu yang kemudian diketahui bernama Minyeong. Ketika Beby bertanya kepada temannya, “Ke saram bwas-eo?” yang berarti “Kamu melihat orang itu, enggak?”, temannya menjawab tidak melihat apa-apa.
Kisah yang dialami Beby ini didramatisasi dalam film untuk memperkuat elemen cerita. Salah satu adegan penting adalah pertemuan antara Beby dengan dokter Park, yang diperankan oleh Kim Geba. Dalam momen itu, mereka mencoba membantu Minyeong yang berada dalam kesulitan.
Beby menceritakan peristiwa tersebut, “Aku mau tarik (Minyeong) dan ada orang yang menarik aku. Jadinya aku jatuh di atas dada laki-laki itu. Ternyata, dialah Dokter Park.” Insiden itu berlangsung di lokasi yang menghubungkan kafe tempat ia belajar, kampus, dan rumah sakit di mana dokter Park bekerja.
Kisah Nyata yang Diangkat Menjadi Film
Kisah Beby dan pengalaman yang dialaminya bukan hanya sekadar cerita, tetapi juga membawa nuansa emosional yang mendalam. Ia berharap dapat membawa pesan penting melalui film ini. Dengan menggambarkan pengalaman nyata, film ini menawarkan pandangan baru tentang misteri dan hubungan antar manusia.
Proses adaptasi cerita menjadi film melibatkan banyak perubahan untuk menciptakan ketegangan dan daya tarik. Selain momen-momen menegangkan, film ini juga memperlihatkan bagaimana Beby berinteraksi dengan Minyeong serta karakter lain yang memainkan peran penting dalam ceritanya.
Kisah ini menunjukkan bahwa di balik setiap hantu terdapat cerita yang mendalam dan makna yang beragam. Hal ini menciptakan suasana yang menyentuh, di mana penonton dapat merenungkan keseharian yang terlihat normal namun menyimpan misteri di dalamnya.
Pengalaman Beby Salsabila Mulyono di Korea Selatan
Menempuh studi di luar negeri tentu bukanlah hal yang mudah. Beby Salsabila merasakan perbedaan budaya dan tantangan saat tinggal di Korea Selatan. Meskipun demikian, pengalaman tersebut membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat dan berani.
Pendidikan dan pengalaman yang didapat Beby di sana mengajarkannya banyak hal, mulai dari keterampilan hingga pelajaran hidup yang tak ternilai. Keberanian untuk berbagi kisahnya dalam bentuk film adalah bentuk pencapaian yang luar biasa bagi seorang mahasiswa.
Melalui film ini, Beby tidak hanya ingin memberikan hiburan, tetapi juga membuka diskusi tentang isu-isu yang persis terjadi di kehidupan nyata. Ia berharap penonton dapat belajar tentang pentingnya komunikasi dan saling pengertian di antara satu sama lain.
Menggali Lebih Dalam Makna Cerita dalam Film
Film Tolong Saya Dowajuseyo menawarkan lebih dari sekedar cerita horor. Ada banyak makna yang dapat digali dari pengalaman Beby dan kisah Minyeong. Dengan latar belakang cerita yang mengangkat isu emosional dan mental, film ini hendak memberikan pengertian bagi penonton tentang kompleksitas kehidupan.
Setiap karakter dalam film ini diciptakan dengan detail yang memperkuat tema sentral. Dari pengalaman Beby yang merasa sendirian hingga interaksinya dengan karakter lain, semuanya berkontribusi pada penilaian penonton terhadap keadaan yang dihadapi oleh individu. Ini menciptakan kedalaman yang jarang ditemukan dalam film horor.
Dengan menyentuh cerita tentang kehilangan, cinta, dan keberanian, film ini berupaya untuk menyampaikan pesan bahwa ada harapan dalam situasi yang tampaknya gelap. Hal ini mengajak penonton untuk merenungkan kembali arti dari keberanian dan pengorbanan dalam hidup mereka.
